Ya nabi salaam alaika, ya rasuul salaam alaika
Ya habib salaam alaika, shalawatullah alaika
Rindu kami ya rasul, rindu kami ya rasul...
Betapa bumi bersuka cita menyambut kelahiran sosok mulia
Pengemban amanah, pemersatu umat
Benderang dalam gulita
Penghibur di kala duka
Begitu tulus kasih sayangmu
Betapa ridhonya cintamu
Kepada kami, yang tak lebih dari debu
tak lekang cintamu di makan waktu
tiada daya upaya membalas cintamu
"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum
"Peliharalah shalatmu dan santuni orang-orang lemah diantaramu
Ummati, ummati, ummati…umatku, umatku, umatku…
Itulah titian kalimat terakhir mengiringi hembusan nafas terakhirmu
Kini, mampukah kita mencinta seperti layaknya beliau mencintai kita?
Yang begitu besar rasa cinta beliau kepada umatnya.
Yang begitu besar rasa kasih sayangnya kepada anak yatim (piatu) dan kaum dhuafa.
Sudahkah kita mencintai kedua orang tua kita dengan tulus?
Mengecup kedua tangannya, membahagiakan mereka
sehingga senyum merekah karena kita.
yang mungkin saat ini sedang menderita yang amat sangat,
baik itu karena penindasan kaum kuffar durjana maupun karena kemiskinan,
termasuk orang-orang yang lalai dalam sholatnya.
Cinta adalah tangan-tangan yang merajut hamparan permadani kasih sayang...
Cinta adalah hati yang selalu berharap dan
mewujudkan dunia dengan kehidupan yang lebih baik ..."
Rasulullah tercinta ...
Betapa besar cintamu…
Rindu kami ya rasul, rindu kami padamu ya rasul…
no_free...

0 comments:
Post a Comment