Tuesday, January 23, 2007


28 Sept. 2006

Ya nabi salaam alaika, ya rasuul salaam alaika
Ya habib salaam alaika, shalawatullah alaika
Rindu kami ya rasul, rindu kami ya rasul...

Betapa bumi bersuka cita menyambut kelahiran sosok mulia
Pengemban amanah, pemersatu umat
Benderang dalam gulita
Penghibur di kala duka

Begitu bersahajanya dirimu
Begitu tulus kasih sayangmu
Betapa ridhonya cintamu
Kepada kami, yang tak lebih dari debu

Wahai sang pencinta sejati,
tak lekang cintamu di makan waktu
tiada daya upaya membalas cintamu

Ya Rasulullah…

"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum
"Peliharalah shalatmu dan santuni orang-orang lemah diantaramu
Ummati, ummati, ummati…umatku, umatku, umatku…
Itulah titian kalimat terakhir mengiringi hembusan nafas terakhirmu


Kini, mampukah kita mencinta seperti layaknya beliau mencintai kita?
Yang begitu besar rasa cinta beliau kepada umatnya.
Yang begitu besar rasa kasih sayangnya kepada anak yatim (piatu) dan kaum dhuafa.
Sudahkah kita mencintai kedua orang tua kita dengan tulus?
Mengecup kedua tangannya, membahagiakan mereka
sehingga senyum merekah karena kita.

Mencintai keluarga kita. Mencintai saudara-saudara muslim kita,
yang mungkin saat ini sedang menderita yang amat sangat,
baik itu karena penindasan kaum kuffar durjana maupun karena kemiskinan,
Dan mudah-mudahan saja kita bukan
termasuk orang-orang yang lalai dalam sholatnya.

Cinta adalah kaki-kaki yang melangkah membangun samudera kebaikan.
Cinta adalah tangan-tangan yang merajut hamparan permadani kasih sayang...
Cinta adalah hati yang selalu berharap dan
mewujudkan dunia dengan kehidupan yang lebih baik ..."

Rasulullah tercinta ...
Betapa besar cintamu…
Rindu kami ya rasul, rindu kami padamu ya rasul…


no_free...

0 comments: